C Kegiatan 3: Membangun Teks Ulasan Buku secara Bersama-sama. 1. Merekonstruksi Teks Ulasan Buku. Anda diminta untuk merekonstruksi teks ulasan buku. Ada tiga teks ulasan yang dijadikan bahan rekonstruksi. Teks yang pertama adalah teks ulasan terhadap buku hasil terjemahan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Dua teks yang lain

Ilustrasi Ciri-ciri Teks Ulasan Foto UnsplashAda beberapa jenis teks ulasan dalam bahasa Indonesia, salah satunya adalah teks ulasan. Teks satu ini biasanya mengandung penilaian terhadap suatu karya, misalnya buku, film, drama, ataupun buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas 8 tulisan Heriyanto, S. Pd., M. Pd 2021, teks ulasan tidak bisa ditulis dengan sembarangan, diperlukan pemikiran kritis untuk menyuguhkan teks ulasan yang teks ulasan dapat dikenali dengan ciri-ciri tertentu. Sebelum membahas cirinya, mari simak pengertian teks ulasan terlebih dahulu lewat artikel Ciri-ciri Teks Ulasan Foto UnsplashPengertian Teks UlasanBerdasarkan informasi dari buku Top Fokus Ulangan & Ujian SMP yang ditulis oleh Tim Maestro Eduka 2020, teks ulasan adalah tulisan yang memuat tinjauan suatu karya untuk mengetahui kualitas, kelebihan, dan kekurangan yang dimiliki karya tersebut yang ditujukan untuk pembaca atau pendengar khalayak ulasan juga bisa didefinisikan sebagai teks yang mengulas kembali suatu hasil karya yang sudah pernah ditampilkan. Ulasan ini meliputi tanggapan mengenai latar, waktu, tempat dan garis besar, teks ulasan bertujuan untuk menunjukkan pandangan penulis terhadap suatu karya, memberikan informasi pada publik terkait isi serta kelayakan suatu karya, mengajak pembaca untuk merenungkan masalah yang ada di suatu karya, dan memberikan pertimbangan untuk pembaca sebelum membeli atau menikmati Ciri-ciri Teks Ulasan Foto UnsplashCiri-ciri Teks UlasanSeperti dikatakan sebelumnya, teks ulasan memiliki karakteristik tertentu. Berikut ciri-ciri teks ulasan seperti dikutip dari Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas 8 karya Heriyanto, S. Od., M. Pd 2021Dikenal dengan istilah lain, yakni berdasarkan fakta yang terdiri dari orientasi, tafsiran, evaluasi, dan informasi terkait pandangan atau opini penulis mengenai suatu karya atau Ciri-ciri Teks Ulasan Foto UnsplashStruktur Teks UlasanTeks ulasan terdiri dari beberapa unsur, yaitu judul, data, pendahuluan, isi, dan kesimpulan. Selain itu, teks ulasan juga disusun oleh sejumlah struktur. Berikut struktur teks ulasan yang dikutip dari buku Top Fokus Ulangan & Ujian SMP yang ditulis oleh Tim Maestro Eduka 2020Orientasi adalah gambaran umum terhadap suatu bahan atau karya sastra yang akan dibahas. Gambaran umum ini dapat berupa paparan tentang nama, fungsi, dan lain mengandung pandangan pengulas sendiri mengenai karya yang hendak dibahas. Dalam bagian ini, pengulas biasanya membandingkan karya tersebut dengan karya lain yang dinilai mirip. Pengulas juga akan menyisipkan kekurangan dan kelebihan karya yang evaluasi memuat gambaran terperinci terkait suatu benda atau karya. Ini meliputi bagian-bagian, ciri, dan kualitas karya bagian rangkuman, teks ulasan akan memuat gambaran akhir mengenai kesimpulan suatu yang Dimaksud dengan Teks Ulasan?Apa Tujuan Teks Ulasan?Apa Saja Struktur Teks Ulasan? Darisejumlah kelebihan yang bisa Anda dapatkan, setidaknya ada tiga yang utama, yakni: Jangkauan Machine learning memungkinkan analisis teks berskala besar dalam hitungan menit dengan lebih akurat ketimbang analisis secara manual. Jangkauan yang besar atas teks yang berasal dari berbagai sumber ini cocok untuk bisnis skala kecil maupun besar.
Menjelaskan kembali teks ulasan. Kelebihan dan Kekurangan dalam teks ulasan Keunggulan dan kelemahan dalam suatu karya yang diulas dapat dilihat dari berbagai aspek. Paparan tentang kelebihan dan kelemahan dalam teks ulasan terletak pada bagian yaitu Evaluasi. Pengertian teks ulasan. Teks ulasan adalah suatu teks yang berisi komentar atau penilaian terhadap suatu karya. Kelebihan dan kekurangan teks ulasan. Kelebihan berarti keunggulan; keadaan melebihi yang biasa. Kelebihan dalam teks ulasan maksudnya adalah kelebihan yang terdapat dalam karya yang diulas. Kelemahan/kekurangan berarti keadaan tidak atau belum cukup, lengkap,tepat, dan sebagainya. Kekurangan dalam teks ulasan maksudnya adalah kekurangan yang terdapat dalam karya yang diulas. – Kelebihan yaitu kelebihan yang ada didalam isi buku, baik segi bahan kertasnnya, bahasanya, dan lain-lain. – Kekurangan yaitu kekurangan yang dimiliki suatu buku, baik dalam bahan kertasnya, konflik cerita dan lain lain. Sebenarnya, Kelebihan/Kekurangan suatu karya yang diulas dalam teks ulasan dapat dilihat sesuai dengan sudut pandang penulis. Aspek-Aspek mengulas buku/karya lainnya dalam teks ulasan, antara lain – Isi buku / karya lainnya. – Kelengkapan unsur-unsur buku / karya lainnya. – Kejelasan penyampaian suatu karya. – Penggunaan bahasa dalam suatu novel / karya lainnya. Seperti, apakah bahasa dalam buku mudah dipahami dan mudah dimengerti. – Kejelasan mengenai keunikan/kekhasan suatu karya. – dll. Telah Terbit 6 Maret 201813 Mei 2020 Navigasi pos
Keunggulan novel ini bahasanya layak dan mudah dipahami. Kelemahan: novel ini sudah sangat langka dan sulit diperoleh . Paragraf teks ulasan yang tepat berdasarkan data buku di atas adalah Buku Atheis pengarang Achdiat K. Mihardja dengan penerbit Balai Pustaka, tahun 1949 ini, cukup berhasil dalam mengemas penyampaiannya, bahasanya lugas
Ilustrasi menulis teks ulasan. Foto FreepikTeks ulasan atau review text adalah teks yang berisi tinjauan dan penilaian suatu karya berupa film, buku, karya sastra, dan lain sebagainya. Teks ulasan dibuat agar pembaca mendapat informasi yang menyeluruh mengenai suatu karya, baik kelebihan maupun kekurangannya. Dengan review, pembaca dapat mempertimbangkan apakah karya yang diulas layak untuk dinikmati atau tidak. Membuat teks ulasan bukanlah hal yang mudah. Penulis dituntut untuk kritis sehingga hasil ulasan tersebut nantinya dapat memberikan kontribusi yang baik untuk kemajuan suatu karya. Teks ulasan memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan jenis teks lainnya. Apa saja karakteristiknya?Ciri-ciri Teks Ulasan Memuat informasi yang menonjolkan unsur-unsur karya berdasar pandangan atau opini penulis tentang karya opini berdasarkan fakta yang terdiri dari orientasi, tafsiran, evaluasi, serta Teks UlasanDengan mengikuti kaidah struktur yang ada, teks ulasan akan memuat informasi yang dibutuhkan dan membuat pembaca mudah memahaminya. Struktur teks ulasan yaitu Orientasi berisi gambaran umum karya sastra yang akan diulas. Salah satu yang terpenting adalah identitas karya. Identitas karya dapat ditulis dalam bentuk daftar atau melalui paragraf deskripsi. Untuk cerpen atau buku, informasi yang perlu ada mencakup judul, pengarang, penerbit, dan tahun terbit. Sedangkan untuk film pada dasarnya sama, namun perlu dicantumkan sutradara dan tanggal rilisnya. Selain itu orientasi juga dapat memuat informasi apakah karya tersebut berasal dari seniman legendaris, bagaimana respon terhadap karya yang diulas, apakah karya menyebabkan kontroversi atau tidak, dan lain sebagainya. Tafsiran merupakan bagian yang berisi penjelasan detail mengenai sebuah karya yang diulas. Bagian ini juga memuat pandangan penulis terhadap karya yang diulas. Evaluasi dilakukan setelah pengulas melakukan tafsiran terhadap hasil karya. Pada bagian evaluasi pengulas akan menyebutkan kelebihan, keunikan, hingga kekurangan karya secara berisi kesimpulan dari ulasan terhadap suatu karya. Bagian ini juga memuat komentar penulis apakah hasil karya tersebut berkualitas atau tidak untuk Teks UlasanIlustrasi menulis teks ulasan. Foto FreepikBerikut adalah salah satu contoh ulasan yang dikutip dari materi Mengklasifikasi, Menelaah, dan Merevisi Teks Usulan karya Ageng Wibowo Tenggelamnya Kapal Van der WijkFilm Tenggelamnya Kapal Van der Wijk atau TKVDW merupakan adaptasi dari roman karya Buya Hamka yang diangkat ke layar lebar dan dibintangi oleh Herjunot Ali, Pevita Pearce, dan Reza mulai diputar di bioskop Indonesia pada tanggal 19 Desember 2013. Film arahan Sunil Soraya ini menurut situs berhasil menduduki peringkat teratas sebagai film paling banyak ditonton sepanjang tahun 2013. Di film ini, rangkaian kata-kata indah dari Buya Hamka bisa kita nikmati melalui karakter Zainuddin dan Hayati. Dikisahkan, tahun 1930, dari tanah kelahirannya Makasar, Zainuddin Herjunot Ali berlayar menuju tanah kelahiran ayahnya di Batipuh, Padang Panjang. Di antara keindahan ranah negeri Minangkabau ia bertemu Hayati Pevita Pearce, gadis cantik jelita, bunga di persukuannya. Zainuddin yang memendam perasaan pada Hayati seketika menjadi pujangga dengan memberikan kata-kata yang mampu menusuk perasaan wanita yang memiliki kecantikan alami tersebut melalui rangkaian kalimat indah yang ia karang disuguhi oleh alur romantisme, penonton kemudian diajak untuk memasuki wilayah konflik, yaitu ketika hubungan berbeda budaya ini ditentang oleh para ninik-mamak Hayati dan juga para tetua suku karena Zainuddin dianggap bukan seorang yang berdarah Minang. Selain itu, Zainuddin bukan termasuk seorang pria mapan sehingga dianggap tidak cocok untuk dijadikansebagai sandaran hidup Hayati. Lalu, pada akhirnya para tetua memutuskan agar Zainuddin segera angkat kaki dari Batipuh agar tidak berhubungan dengan Hayati meninggalkan Batipuh, Zainuddin dan Hayati mengucapkan janji setia akan menjalani hidup bersama di suatu saat nanti. Mereka menelurkan ikrar di sebuah danau tempat Zainuddin biasa sebuah kenyataan kembali datang kepada diri seorang Zainuddin, di tengah gelimang harta dan kemashyurannya. Dalamsebuah pertunjukan opera, Zainuddin kembali bertemu Hayati, kali ini bersama Aziz, suaminya. Perkawinan harta dan kecantikan bertemu dengan cinta suci yang tak lekang waktu. Pada akhirnya kisah cinta Zainuddin dan Hayati menemui ujian terberatnya dalam sebuah tragedi pelayaran kapal Van der Wijck. Film berdurasi 165 menit ini menyuguhkan artistik dan properti ala tahun 1930-an yang terkesan berbau kekinian, kurang meyakinkan untuk mendukung suasana 1930-an. Tak cukup sekadar mobil kuno yang masih kinclong, latar Batavia juga hanya mengambil seadanya dari setting Kota Tua. Hal yang paling terasa adalah alur ceritanya yang cukup lambat diperparah lagi dengan banyaknya dialog surat-menyurat antara Zainuddin dan Hayati, seolah tidak ada cara lain yang lebih kreatif dalam menyampaikan adegan surat menyurat. Akibatnya konflik berjalan tidak menarik, naik sebentar setelah itu lagu-lagunya Nidji pun terkesan mengganggu adegan demi adegan, entah karena warna musik pop dan instrumen musik modern mereka atau karena kurang pas masuk ke plot film. Kalaupun mereka memang dipilih untuk mengisi soundtrack, seharusnya tidak perlu dimainkan terus-menerus di sejumlah adegan. Cukup mainkan saja di end-credit agar tidak mengganggu nuansa zaman dulunya. Belum lagi ketika di tengah-tengah film muncul musik dugem pada saat mereka menari-nari di pesta yang terdengar seperti dugem masa lainnya adalah special effect kapal bisa dikatakan pas-pasan. Tenggelamnya pun tak jelas apa penyebabnya ingat kapal Titanic, tenggelam karena menabrak gunung es, terkesan dipaksakan seolah hanya mau tenggelam saja, biar sesuai judul, kurang dramatis. Pertanyaan yang mengemuka adalah mengapa kapal yang hanya muncul sekian menit jelang akhir film ini menjadi hal penting sehingga menjadi judul? Apakah naskah yang kurang mampu menerjemahkan novel aslinya?Dengan mengesampingkan beberapa kekurangan tadi, film ini tetap memiliki daya tarik dari segi dialog yang dipilih dan kostum yang apik dari Samuel Wattimena, selain kepopuleran para pemainnya. Dialog yang cenderung puitis, tidak jauh berbeda dari novel aslinya, menjadi penghibur buat penonton. Tidak begitu mengecewakan dibanding kalau kita menonton film dengan tema yang menonjolkan kemewahan atau hantu-hantuan yang sempat ramai di film kita. Setidaknya film ini turut andil menumbuhkan asa bagi perkembangan film Indonesia yang sempat mati suri agar semakin berkembang lebih baik lagi. Yang pasti, penonton memiliki pilihan dalam memuaskan dahaga akan film nasional.
Kelebihan kelemahan dalam teks ulasan. (HOTS) • Peserta didik diberi kesempatan untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai Maksud/ arti penting teks ulasan dan Kelebihan/ kelemahan dalam teks ulasan.(Collecting information and Problem solving)
Teks ulasan berdasarkan isinya dibagi menjadi beberapa macam, yaitu Teks ulasan informatif, yaitu teks ulasan yang berisi gambaran singkat, padat, dan umum suatu karya. Resensi jenis ini tidak menyampaikan isi karya secara keseluruhan, namun hanya memaparkan bagian yang penting saja dan menekankan pada kelebihan dan kekurangan karya tersebut. Teks ulasan deskriptif, yaitu teks ulasan yang berisi gambaran detail pada tiap bagian suatu karya. Teks ulasan ini biasanya dilakukan pada suatu karya fiksi untuk mendapat gambaran jelas tentang manfaat, pentingnya informasi, dan kekuatan argumentatif yang dituangkan penulis pada sebuah karya. Teks ulasan kritis, yaitu teks ulasan yang berisi ulasan suatu karya secara terperinci dengan mengacu pada metode atau pendekatan ilmu pengetahuan tertentu. Teks ulasan ini ditulis secara objektif dan kritis bukan berdasarkan pandangan subyektif dari penulis resensi. Contoh Resensi terhadap novel dengan menggunakan pendekatan sosiologi. . 381 168 304 186 338 274 306 243

kelebihan teks ulasan dapat ditentukan berdasarkan